Anda pernah menerima laporan kerja yang buruk?
Laporan yang Buruk, bisa dinilai dari 2 hal, dari cara
penyampaian informasi dalam laporan, atau isi informasi itu sendiri yang
buruk.
Bila yang pertama maka baik buruknya isi laporan sudah tak
berarti lagi, karena siapa pun yang membaca laporan tersebut, tidak akan
mengerti informasi atau pesan yang ingin disampaikan.
Bagaimana indikator laporan yang buruk ? Indikatornya adalah
logika yang disampaikan melalui laporan tersebut kurang sistematis, atau
kalimat-kalimatnya kurang jelas dan Anda merasa frustasi untuk memahami
isi laporan tersebut.
Mengapa sampai bisa ada laporan yang buruk tersebut? Penyebabnya
berbagai hal, diantaranya:
1. Karyawan Anda belum mengetahui laporan seperti apa yang
diharapkan dari mereka.
Ini bisa saja terjadi jika pekerjaan yang sedang ditangani
adalah pekerjaan baru, atau jika ada perubahan-perubahan dalam pekerjaan
tersebut. Maka menjadi tugas dan tanggung jawab Anda sebagai atasan untuk
memastikan bawahan Anda memahami informasi apa saja yang Anda butuhkan, agar
Anda dapat mengidentifikasi masalah dan mencari solusi dengan baik.
2. Karyawan Anda belum memahami apa manfaat dari laporan
yang baik untuk mereka.
Bisa jadi laporan yang buruk muncul bukan karena bawahan Anda
tidak mampu, tapi karena mereka tidak memahami apa manfaatnya bagi mereka jika
mereka berusaha menyelesaikan laporan secara lebih baik.
3. Lingkungan kerja sebagai penyebabnya.
Sebagai atasan, tentu Anda diminta untuk memahami semua
detil proses dan kendala yang dihadapi dalam proses pengumpulan data
sebelum menjadi suatu laporan. Bisa jadi kendala ada di prosedur kerja sehingga
data yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar