Selasa, 12 Januari 2016

Buruknya Kualitas Kerja Bawahan


Hasil gambar untuk karyawan yang buruk

Anda pernah menerima laporan kerja yang buruk? 
Laporan yang Buruk, bisa dinilai dari 2 hal, dari cara penyampaian informasi dalam laporan, atau isi informasi itu sendiri yang buruk. 

Bila yang pertama maka baik buruknya isi laporan sudah tak berarti lagi, karena siapa pun yang membaca laporan tersebut, tidak akan mengerti informasi atau pesan yang ingin disampaikan. 

Bagaimana indikator laporan yang buruk ? Indikatornya adalah logika yang disampaikan melalui laporan tersebut kurang sistematis, atau  kalimat-kalimatnya kurang jelas dan Anda merasa frustasi untuk memahami isi laporan tersebut. 

Mengapa sampai bisa ada laporan yang buruk tersebut? Penyebabnya berbagai hal, diantaranya: 

1.  Karyawan Anda belum mengetahui laporan seperti apa yang diharapkan dari mereka. 
Ini bisa saja terjadi jika pekerjaan yang sedang ditangani adalah pekerjaan baru, atau jika ada perubahan-perubahan dalam pekerjaan tersebut. Maka menjadi tugas dan tanggung jawab Anda sebagai atasan untuk memastikan bawahan Anda memahami informasi apa saja yang Anda butuhkan, agar Anda dapat mengidentifikasi masalah dan mencari solusi dengan baik. 

2.  Karyawan Anda belum memahami apa manfaat dari laporan yang baik untuk mereka. 
Bisa jadi laporan yang buruk muncul bukan karena bawahan Anda tidak mampu, tapi karena mereka tidak memahami apa manfaatnya bagi mereka jika mereka berusaha menyelesaikan laporan secara lebih baik. 

3. Lingkungan kerja sebagai penyebabnya. 

Sebagai atasan, tentu Anda diminta untuk memahami semua  detil proses dan kendala yang dihadapi dalam proses pengumpulan data sebelum menjadi suatu laporan. Bisa jadi kendala ada di prosedur kerja sehingga data yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar